Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Seperti Apa Negara Djibouti Inilah Fakta dan sejarahnya!

Tanduk Afrika adalah sebuah wilayah di benua Afrika berupa semenanjung yang tepatnya di Afrika Timur,wilayah ini menonjol ke laut Arab dan terletak di sepanjang bagian selatan teluk Aden.

Selain itu wilayah ini dijuluki sebagai tanduk Afrika karena mengarah pada bentuk di wilayahnya yang menyerupai tanduk di Benua Afrika.

Ada beberapa negara di wilayah tanduk Afrika yaitu negara Somalia,Djibouti,Eritrea,Ethiopia, dan wilayah Somaliland.

Kali ini kita akan membahas salah satu negara di wilayah tanduk Afrika, negara Djibouti.Lebih lengkap tentang negara ini? Inilah ulasannya.

Sistem Pemerintahan

Republik Djibouti adalah sebuah negara dengan sistem pemerintahan semi presidensial,dimana sistem pemerintahan ini adalah gabungan  antara presidensial dan parlementer.

Terkadang sistem ini juga disebut dengan dual eksekutif dimana presiden melaksanakan kekuasaan bersama perdana menteri.

Letak

Djibouti terletak ditanduk Benua Afrika,negara ini merupakan bagian dari daerah Afrika timur,berbatasan dengan Somalia di bagian selatan, Etiopia di sebelah selatan dan baratnya,Eritrea di bagian utara, Laut Merah dan Teluk Aden di sebelah timur dan di seberang teluk Aden ada negara Yaman.

Luas Wilayah

Negara ini memiliki luas wilayah sekitar 23.200 kilometer persegi,jika di bandingkan dengan salah satu daerah di Indonesia maka negara Djiboti bahkan sedikit lebih kecil dari luas kabupaten Kutai Kartanegara di Kalimantan Timur.

Negara ini beribukota di kota Djibouti nama yang sama dengan nama negaranya,kota Djibouti adalah kota terkecil di negara Djibouti tapi kota ini di tempati oleh hampir 80% dari total jumlah penduduk di negara ini.

Penduduk

Jumlah populasi penduduk dari negara Djibouti adalah sekitar 902.804 jiwa,yang merupakan negara dengan populasi terkecil di daratan Afrika.

Dan sebagian besar populasinya di dominasii oleh dua kelompok etnis yaitu dari bangsa Somalia dan Afar.

Sekitar 94% penduduk Djibouti beragama Islam,yang juga merupakan agama resmi dan telah dominan di negara ini sejak lebih dari seribu tahun yang lalu.

Negara Djibouti mempunyai lokasi yang strategis di dekat beberapa jalur pelayaran tersibuk di dunia yang mengendalikan akses ke Laut Merah dan Samudera Hindia.

Wilayahnya juga berfungsi sebagai pusat pengisian bahan bakar dan transhipment utama,dan merupakan pelabuhan maritim utama untuk kegiatan ekspor dan impor ke negara tetangganya Ethiopia.

Oleh karena hal tersebut ekonomi negara Djibouti sebagian besar terkonsentrasi di sektor jasa,kegiatan komersial negara ini berputar di sekitar kebijakan perdagangan bebas dan lokasi negara tersebut sebagai titik transit.

Sejarah Djibouti

Bangsa Makrobia adalah orang-orang dari kerajaan legendaris yang menempati wilayah tanduk Afrika,disebutkan oleh Herodotus seorang sejarawan Yunani kuno yang hidup pada tahun 484 sampai 425 sebelum masehi.

Penyebutan nama mereka adalah karena umur panjang mereka yang legendaris dengan rata-rata usia hingga 120 tahun,dengan perawakan tinggi dan besar.

Pada awal abad ke-9, suku-suku Somalia lokal mendirikan kerajaan Adal dengan kota Zeila sebagai ibukota kerajaan tersebut.

Kota Zeila adalah kota kuno dan merupakan salah satu kota paling awal di dunia yang memeluk Islam,tidak lama Rasulullah melakukan hijrah.

Melalui hubungan yang sudah terjalin dengan bangsa Arab selama lebih dari 1000 tahun,kelompok etnis Somalia dan Afar di wilayah tersebut menjadi salah satu populasi pertama di benua Afrika yang memeluk Islam.

Bukti dari penyebaran Islam di negara ini ditandai dengan adanya masjid dua mihrab di Al-Qiblatayn yang berdiri sejak abad ke-7 dan merupakan masjid tertua di negara Djibouti.

Kesultanan Ifat adalah sebuah kerajaan Islam yang didirikan oleh Dinasti Walashma pada tahun 1285.Dinasti Walashma adalah dinasti yang memerintah kesultanan Ifat dan kesultanan Adal, diwilayah yang sekarang di kenal dengan Somaliland,Djibouti dan Ethiopia timur.

Pada akhir abad ke-14 kesultanan Ifat kehilangan kekuasaannya setelah di kalahkan oleh kekaisaran Ethiopia.

Pada awal abad ke-15,kesultanan Adal berdiri setelah jatuhnya kesultanan Ifat.

Kerajaan ini didirkan oleh Sabr Ad-Din II yang merupakan putra tertua dari Sa'ad Ad-Din II sultan Ifat.

Ibukota Adal dipindahkan lebih jauh ke pedalaman ke kota Dakkar.

Selama periode tersebut Adal muncul sebagai pusat perlawanan muslim terhadap kerajaan Kristen Abyssinian yang ber kembang di wilayah tersebut.

Pada puncaknya kesultanan Adal mengendalikan sebagian besar wilayah Djibouti modern,Somalia,Eritrea,dan Ethiopia.Kesulatanan adal mempertahankan hubungan komersial dan politik yang kuat dengan kekaisaran Ottoman.

Eksplorasi bangsa Perancis ke Ethiopia pada 1839 menandai pengembangan Perancis di pantai Djibouti dan pedalaman dari Laut Merah.

Eksplorasi lebih lanjut oleh Henri Lambert yang merupakan seorang konsuler Perancis memimpin perjanjian persahabatan dan bantuan antara Perancis dengan para sultan lokal wilayah tersebut,yang darinya kemudian Perancis membeli tempat berlabuh di wilayah Obock pada 1862.

Antara 1883-1887 Perancis menandatangani berbagai perjanjian dengan penguasa Somalia dan Sultan Afar,yang memungkinkan untuk memperluas wilayah protektoratnya.

Tahun 1894, Perancis  kemudian mendirikan pemerintahan permanen di kota Djibouti dan menamakan wilayah tersebut sebagai Somaliland Perancis ( Francaise Des Somalis ).

Setelah invasi dan pendudukan Italia di Ethiopia pada pertengahan 1930-an,pertempuran perbatasan terus menerus terjadi antara tentara Perancis di Somaliland Perancis dan pasukan Italia di Afrika timur.

Pada juni 1940 selama tahap awal perang dunia II,pemerintahan Perancis jatuh akibat dari invasi Jerman ke wilayah negara Perancis,hal ini juga berdampak pada wilayah Perancis di luar negaranya dan salah satunya Djibouti.

Wilayah ini kemudian di perintah oleh pemerintah Perancis Pro Axis disebut juga dengan Vichy Perancis.

Pasukan dari Vichy Perancsi dan Italia berhasil dikalahkan oleh pasukan Inggris dan persemakmuran pada 1941,pada tahun 1942 sekitar 4000 pasukan Inggris berhasil menduduki kota Djibouti.

Pada tahun 1958, diadakan referendum di Djibouti untuk memutuskan apakah akan bergabung dengan Republik Somalia atau tetap dengan Perancis.

Hasil dari Referendum tersebut ternyata mendukung hubungan yang berkelanjutan dengan dengan Perancis.

Tahun 1966, Perancis menolak rekomendasi dari PBB bahwa mereka harus memberikan kemerdekaan pada Somaliland Perancis.

Pada tahun 1967, dilakukan plebisit kedua untuk menentukan nasib wilayah tersebut,hasilnya penduduk keturunan Somalia memilih untuk merdeka sementara Afar memilih untuk tetap terkait dengan Perancis,hasil referendum kedua ini dilaporkan di curangi oleh pihak berwenang Perancis.

Setelah serangkaian upaya dan perjuangan rakyat Djibouti yang menginginkan kemerdekaan dari Perancis,akhirnya pada 8 mei 1977 referendum kemerdekaan ketiga diadakan,referendum tersebut diadakan di wilayah Perancis Afar dan Issas.

Hasil referendum ketiga ini mendukung kemerdekaan Djibouti dari Perancis,dengan 98% suara pemilih mendukung pemisahan diri dari Perancis.yang secara resmi hal tersebut menandai kemerdekaan Djibouti.

Itulah tadi sedikit ringkasan tentang sejarah negara Djibouti,dan untuk mengenal  lebih jauh, inilah 20 fakta tentang negara Djibouti.

Fakta Negara Djibouti

1. Arti Nama Djibouti

Negara ini dinamai karena ibukotanya, yaitu kota Djibouti namun Etimologi nama tersebut masih di perdebatkan, ada beberapa teori dan legenda mengenai asal-usulnya,diantaranya adalah nama Djibouti diambil dari bahasa Afar Gabouti yang berarti Piring,teori lain mengatakan Djibouti berarti tanah Tehuti atau tanah Thoth,nama tersebut berasal dari dewa bulan mesir menurut mitologi Mesir Kuno.

2. Wilayah Djibouti

Dari tahun 1896 hingga 1967, wilayah Djibouti dikenal sebagai Somaliland Perancis,karena wilayah tersebut masuk dalam wilayah koloni Perancis.

3. Mata Uang

Mata uang resmi negara ini adalah Djiboutian Franc atau Franc Djibouti di kodekan dengan DJF.

1 DJF nilainya adalah sekitar 80,36 Rupiah.

4. Hewan Nasional

Hewan nasional Djibouti adalah Rusa Afrika.

5. Tingkat Buta Huruf Yang Tinggi

Djibouti mempunyai tingkat buta huruf salah satu yang tertinggi di dunia.

6. Hari Natal

Tidak seperti umat Kristen di dunia pada umumnya, yang merayakan hari Natal setiap tanggal 25 Desember,Umat Kristen Djibouti merayakan hari Natal setiap tanggal 7 Januari.

7. Negara Terkecil Di Benua Afrika

Djibouti adalah salah satu negara terkecil di Benua Afrika, negara ini adalah peringkat ke-3 setelah Gambia dan Eswatini.

8. Pangkalan Militer

Status Djibouti sebagai model stabilitas di wilayah yang bergejolak dan kedekatannya dengan rute pengiriman paling sibuk di dunia membuatnya sangat menarik bagi kekuatan militer global.

Beberapa negara memiliki pangkalan militer di negara ini seperti Perancis, China, dan Amerika.

Baca Juga :

Pangkalan militer dari Amerika Camp Lemonnier, adalah satu-satunya pangkalan militer Amerika yang permanen di wilayah Afrika.

9. Gurun Pasir

Hampir 90% dari wilayah negara Djibouti adalah gurun pasir.

10. Iklim Semi Kering

Negara Djibouti memiliki iklim semi kering yang sangat panas dan kering.Waktu berkunjung terbaik ke negara ini yakni di bulan Desember hingga Januari.Di bulan ini biasanya suhu sedikit agak bersahabat meski tetap terik.

11. Gurun Danakil

Gurun Danakil adalah gurun yang membentang di 3 negara,Ethiopia,Eritrea, dan Djibouti,terletak di segitiga Afar wilayah gurun ini memiliki luas 136.956 kilometer persegi,daerah ini dikenal dengan gunung berapi dan wilayah dengan panas ekstrim.

12. Gunung Berapi Paling Aktif Di Afrika

Erta Ale adalah gunung berapi paling aktif di Afrika berada di gurun Danakil.

Erta Ale dan wilayah disekitarnya di kenal juga dengan salah satu wilayah paling tidak ramah di bumi.

13. Afar Triple Junction

Posisi negara Djibouti berada di daratan yang dikenal sebagai Afar Triple Junction,dimana tiga segmen yang berbeda dari lempeng bumi, yaitu lempeng Afrika,Somalia dan Arab saling memecah satu sama lain.

14. Memiliki Hutan Lindung

Meskipun sebagian besar wilayahnya adalah gurun, Djibouti memiliki 2 kawasan hutan lindung di negaranya,yaitu kawasan gunung Mabla dan Taman Nasional Forest Du Day.

Di wilayah taman Forest Du Day terdapat pohon Juniper Afrika Timur ( Juniperus Procera) yang sangat besar dan tumbuh setinggi 950 meter.

15. Pohon Setinggi 950 Meter

Pohon juniper yang tumbuh di djibouti adalah satu-satunya jenis Juniper yang tumbuh dan di temukan di wilayah selatan Khatulistiwa.

16. Danau Air Paling Asin

Negara Djibouti juga memiliki danau air asin, yaitu danau Assal atau Lac Assal,air di danau ini 10 kali lebih asin dari air laut dan bahkan lebih asin dari Laut Mati yang terkenal.Danau Lac Assal adalah danau paling asin kedua di dunia setelah danau Don Juan Pond yang berada di Antartika.Penduduk Lokal Memamfaatkannya dengan membuat Garam di sekitar Danau.

17. Burung Frankolin

Burung Frankolin Djibouti merupakan spesies burung yang hanya dapat di temukan di Djibouti.Burung yang berwarna Coklat keabu-abuan dengan belang putih serta memiliki ekor yang pendek ini hampir punah

18. Titik Terendah Di Benua Afrika

Danau Lac Assal adalah titik terendah di Djibouti dan Benua Afrika,wilayah Lac Assal berada 155 meter di bawah permukaan laut.

Bahkan wilayah ini adalah titik terendah ketiga di dunia setelah Laut Mati dan Danau Galilea.

19. Daerah Terkaya Di Dunia

Teluk Tadjoura adalah salah satu daerah terkaya di dunia untuk spesies karang dan ikan yang terletak di Djibouti timur.

20. Jalur Migrasi Hiu Paus

Wilayah perairan Djibouti adalah jalur migrasi bagi spesies ikan terbesar di bumi yaitu Hiu Paus,hal tersebut menjadikan negara ini sebagai tempat populer untuk berenang bersama ikan terbesar didunia.Adapun waktu terbaik untuk menikmati saat berenang dengan ikan Hiu yakni pada bulan Oktober hingga Januari.

Itulah sedikit ringkasan tentang sejarah dan fakta negara Djibouti,sebuah negara kecil yang terletak di dalam tanduk Afrika dengan segala kelebihan dan kekurangannya.

Posting Komentar untuk "Seperti Apa Negara Djibouti Inilah Fakta dan sejarahnya!"